Aswaja merupakan suatu paham yang dianut oleh kaum nahdiyin terutama di organisasi PMII, Aswaja memiliki tiga pilar dan empat prinsip, dari sinilah kita bisa mengetahui ciri suatu paham yang dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Tiga pilar aswaja yang terdapat di dalam organisasi pmii ini berupa akidah,tasawuf,dan fiqih, sedangkan empat prinsipnya berupa tawasut (Moderat), tasamuh(Toleransi), ta’adul/i’tidal(Adil), tawazun(Menimbang).
Gen z merupakan gen yang hidup pada masa kecanggihan tegnologi dan informasi yang bisa diakses secara mudah dan hal ini gen z berpotensi menerima berbagai nacam berita dan informasi hoaks, ditengah deru digitalisasi inilah nilai aswaja dipandang sebagai suatu prinsip yang harus diterapkan oleh generasi pmii. Dengan demikian prinsip-prinsip inilah yang dijadikan landasan berpikir untuk menerima informasi dan juga menyelesaikan suatu masalah dengan bijaksana dan benar ditengah sibuknya dunia tegnologi.
Penerapan nilai-nilai aswaja dalam pmii untuk menghadapi tantangan zaman sebagai Berikut:
Tasamuh (toleransi)
Tasamuh merupakan nilai yang tidak hanya terdapat dalam aswaja akan tetapi tasamuh ini juga diterapkan terhadap nilai nilai panca sila yang mana pancasila merupakan sebuah idiologi yang menjadi landasan berpikir bagi rakyat Indonesia. Dengan toleransi kita bisa memiliki relasi yang baik, dengan toleransi kita bisa melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, dan dengan relasi itu sendiri kita bisa bertukar gagasan bertukar fikiran sehingga tercipta kaderisasi PMII yang berwawasan luas dan tidak memandang sesuatu dengan satu sudat pandang saja.
Tawasut (Moderat)
Moderat merupakan prinsip yang menekankan pada pemahaman yang tidak condong terhadap satu pemahaman saja. diera yang penuh dengan informasi ini kader pmii seharusnya bisa menerapkan paham moderat ini dalam membaca informasi, menerima ilmu dari sudut pandang yang berbeda, sehingga menjadikan kader yang memanfaatkan suatu ilmu sesuai dengan situasi dan kondisi inilah fungsi paham moderat dalam penerapannya.
Ta’adul (adil)
Nilai adil inilah yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan gen z ditengah maraknya paham tendensi di dalam kehidupan masyaraakat, dengan bernilaikan adil bisa menjadikan anak muda bangsa, calon-calon pemimpin penerus negara yang bijaksana dan berwibawa.
Tawazun (seimbang)
Dengan bernilaikan keseimbangan gen z bisa menghadapi tantangan zaman dengan memanfaatkan tegnologi yang ada sesuai kebutuhan dan juga tidak lupa terhadap akhiratnya tanpa meninggalkan salah satunya, nilai inilah yang kemudian bisa menjadikan gen z yang zuhud dan memanfaatkan dunia sesuai keperluannya saja dan tidak berlebijhan.
Dari pemaparan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa, dalam menerapkan nilai-nilai aswaja kita harus melihat situasi dan juga kondisi yang mengharuskan kita untuk menerapkannya, karena nilai nilai inilah yang kemudian bisa menjadi pedoman dan landasan berpikir dalam menghadapi tantangan zaman yang bergelimang oleh kemudahan akses informasi melalui perkembangan tegnologi yang sangat pesat.
Dengan menerapkannya kita bisa berjalan di atas jalan yang benar dan tidak memilih jalan yang sesat karena sejatinya nilai nilai inilah yang nantinya akan membawa kita terhadap tujuan yang tepat dan benar sesuai dengan situasi dan kondisi perkembangan tegnologi digital sehingga menjadikan kaderisasi PMII yang aktif, komunikatif,dan kreatif.
Oleh: Yusroni (KADER PMII STAIDA)
