Banyak mahasiswa bergabung dengan organisasi hanya karena mengikuti teman,
sekadar ingin mencoba, atau ingin menambah relasi. Tidak sedikit pula yang hadir tanpa memahami tujuan dan esensi organisasi itu sendiri. Akibatnya, organisasi hanya menjadi tempat singgah, bukan ruang untuk bertumbuh.
Padahal, organisasi bukan sekadar pelengkap status kemahasiswaan. Organisasi adalah laboratorium kepemimpinan, tempat seseorang belajar bertanggung jawab, bekerja sama, mengelola perbedaan, menyelesaikan masalah, dan mengembangkan kemampuan berpikir serta berkomunikasi.
Stephen R. Covey dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People melalui prinsip Begin with the End in Mind menekankan bahwa setiap langkah seharusnya diawali dengan tujuan yang jelas. Prinsip ini juga berlaku dalam organisasi. Seseorang yang bergabung tanpa orientasi akan cenderung menjalani organisasi sebatas rutinitas. Sebaliknya, mereka yang memiliki tujuan akan memandang setiap diskusi, program kerja, dan tantangan sebagai bagian dari proses pembentukan diri.
Dalam organisasi, proses sering kali lebih berharga daripada hasil yang diperoleh. Perbedaan pendapat, dinamika kepengurusan, hingga berbagai tantangan yang dihadapi merupakan bagian dari pembelajaran yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas. Dari proses itulah seseorang belajar mendengar, mengambil keputusan, membangun komunikasi, serta memimpin dengan tanggung jawab dan integritas.
Karena itu, tujuan utama berorganisasi bukanlah mengejar jabatan atau sekadar menambah pengalaman, melainkan meningkatkan kualitas diri, dan menggali skill. Jabatan hanyalah amanah, sedangkan proses adalah investasi yang akan membentuk karakter dan kapasitas kepemimpinan seseorang.
Pada akhirnya, organisasi bukan sekadar formalitas. Organisasi adalah ruang belajar yang membentuk pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan siap memberikan manfaat bagi lingkungan. Sebab, organisasi yang baik tidak hanya melahirkan pengurus, tetapi juga melahirkan pemimpin. Ketika setiap anggota memahami tujuan berlayar nya, organisasi tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang lahirnya generasi yang mampu membawa perubahan bagi masyarakat.
Oleh: Athoillah Jauhari( Kader PMII STAIDA )
