Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Euforia Valen Pulang Kampung (Pengamatan sosial dalam tuntutan kedewasaan)


Suasana ketika Valen melintas jalan raya Galis Bangkalan Madura

sahabatliterasi-Kedatangan Valen ke tanah Madura pasca meraih Juara 2 ajang Academy Dangdut Indonesia bukan sekadar peristiwa kepulangan seorang figur publik. Ia menjelma menjadi momentum kultural yang sarat makna sosial. Sambutan meriah masyarakat Madura dari bandara, jalan-jalan utama, hingga titik-titik keramaian menunjukkan bagaimana figur lokal yang berhasil di panggung nasional mampu membangkitkan rasa bangga kolektif. Namun di balik euforia tersebut, muncul pula pesan penting: kewaspadaan terhadap keamanan pribadi, baik bagi sang idola maupun masyarakat yang hadir.

Valen tidak lagi hadir hanya sebagai individu, melainkan sebagai simbol. Ia merepresentasikan harapan, kerja keras, dan kemungkinan mobilitas sosial anak daerah yang menembus pusat industri hiburan nasional. Dangdut, sebagai musik rakyat, menemukan kembali denyutnya melalui sosok putra Madura yang mampu “menggemparkan” Indonesia dengan suara dan karismanya. Inilah bentuk apresiasi masyarakat Madura yang bukan semata fanatisme, melainkan pengakuan atas keberhasilan kolektif, keberhasilan budaya pinggiran memasuki ruang utama.

Namun euforia massa selalu memiliki dua sisi. Kerumunan besar, antusiasme berlebih, dan spontanitas emosi berpotensi menghadirkan risiko. Imbauan kewaspadaan keamanan pribadi menjadi krusial bukan untuk meredam kegembiraan, tetapi untuk menjaganya tetap bermartabat. Dalam konteks ini, kedewasaan sosial diuji: sejauh mana masyarakat mampu mengekspresikan kebanggaan tanpa mengorbankan keselamatan dan ketertiban bersama.

Suasana ibu-ibu masuk kawasan Konser penyambutan Valen di jalur perempuan Pamekasan Madura Jawa Timur

Secara sosiologis, peristiwa ini dapat dibaca melalui kacamata Émile Durkheim tentang collective effervescence letupan emosi kolektif yang muncul ketika masyarakat berkumpul dalam satu peristiwa simbolik. Sambutan meriah terhadap Valen adalah bentuk energi sosial yang memperkuat solidaritas, rasa memiliki, dan identitas bersama sebagai orang Madura. Musik dangdut menjadi medium ritual modern yang menyatukan perasaan, melampaui perbedaan kelas dan usia.

Sementara itu, Pierre Bourdieu membantu kita memahami Valen sebagai pemilik modal simbolik. Prestasi di panggung nasional mengubah status sosialnya dari individu biasa menjadi figur yang diakui dan dihormati. Modal simbolik ini tidak hanya melekat pada Valen, tetapi juga “dipinjamkan” kepada masyarakat asalnya. Madura ikut terangkat namanya, memperoleh legitimasi kultural di ruang publik Indonesia.

Di sisi lain, Max Weber dapat menjelaskan pesona Valen melalui konsep otoritas karismatik. Karisma tidak lahir dari jabatan atau struktur formal, melainkan dari pengakuan masyarakat terhadap kualitas personal seseorang. Sambutan meriah itu adalah bukti legitimasi karisma, namun Weber juga mengingatkan bahwa karisma perlu dirasionalisasi agar tidak berubah menjadi kekacauan. Di sinilah pentingnya pengelolaan massa dan kesadaran keamanan.

Akhirnya, kedatangan Valen ke Madura adalah cermin hubungan timbal balik antara individu dan masyarakat. Ia dibesarkan oleh kultur Madura, lalu kembali disambut sebagai bukti hidup bahwa anak daerah mampu bersaing di panggung nasional. Euforia ini sah dan manusiawi, tetapi akan lebih bermakna jika disertai kesadaran sosial, menjaga keamanan, ketertiban, dan nilai-nilai kearifan lokal.

Dengan demikian, peristiwa ini bukan hanya selebrasi dangdut, melainkan pelajaran sosial tentang identitas, solidaritas, dan cara masyarakat menghormati prestasi tanpa kehilangan kendali. Valen telah menggemparkan dunia dangdut Indonesia, kini tantangannya adalah bagaimana Madura menunjukkan bahwa kebanggaan juga bisa berjalan seiring dengan kedewasaan sosial.

Penulis: Solehul Akmal
Baca Juga
Tag:
Postingan Terbaru
  • Euforia Valen Pulang Kampung (Pengamatan sosial dalam tuntutan kedewasaan)
  • Euforia Valen Pulang Kampung (Pengamatan sosial dalam tuntutan kedewasaan)
  • Euforia Valen Pulang Kampung (Pengamatan sosial dalam tuntutan kedewasaan)
  • Euforia Valen Pulang Kampung (Pengamatan sosial dalam tuntutan kedewasaan)
  • Euforia Valen Pulang Kampung (Pengamatan sosial dalam tuntutan kedewasaan)
  • Euforia Valen Pulang Kampung (Pengamatan sosial dalam tuntutan kedewasaan)
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad