Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Keadilan Gender dalam Perspektif Islam Progresif

Membahas tentang gender hingga kini masih menjadi persoalan penting dalam kehidupan masyarakat, termasuk di lingkungan umat Islam. Perempuan kerap mengalami ketidakadilan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam bidang pekerjaan maupun peran sosial.

Ketimpangan ini tidak jarang dilegitimasi melalui tafsir keagamaan yang bias gender, padahal secara normatif Islam hadir sebagai ajaran yang menjunjung tinggi keadilan dan martabat manusia. Kondisi tersebut menuntut adanya pemahaman keislaman yang mampu menjawab persoalan ketidakadilan gender secara kontekstual dan berkeadilan.

Dalam konteks inilah Islam progresif hadir sebagai pendekatan yang menekankan nilai-nilai dasar keadilan dan kesetaraan dalam memahami ajaran Islam. Pendekatan ini tidak berhenti pada pembacaan teks secara harfiah, melainkan berupaya menggali nilai moral dan tujuan etis yang terkandung di balik ajaran-ajaran Islam. 

Dengan demikian, Islam dipahami sebagai ajaran yang senantiasa relevan dengan perkembangan zaman serta mampu merespons realitas sosial masyarakat kontemporer, termasuk persoalan ketimpangan gender.

Islam pada hakikatnya memandang seluruh manusia baik laki-laki maupun perempuan memiliki kedudukan yang setara di hadapan Allah. Tidak ada perbedaan nilai kemanusiaan berdasarkan jenis kelamin yang dapat membenarkan perlakuan tidak adil. Keadilan gender dalam Islam berarti pemberian hak, kesempatan, dan tanggung jawab secara adil kepada laki-laki dan perempuan sesuai dengan prinsip keadilan. Oleh karena itu, segala bentuk tindakan yang merendahkan perempuan atas dasar jenis kelamin bertentangan dengan nilai-nilai fundamental ajaran Islam.

Namun, praktik ketidakadilan terhadap perempuan sering kali dipengaruhi oleh budaya patriarkal yang mengakar dalam masyarakat. Budaya ini menempatkan laki-laki sebagai pihak yang dominan dan pemegang otoritas utama, sementara perempuan dibatasi ruang geraknya, baik dalam ranah domestik maupun publik. 

Akibat dari tersebut, ajaran Islam kerap disalahpahami dan digunakan untuk melegitimasi ketimpangan tersebut. Padahal, perjuangan keadilan gender sejatinya merupakan bagian integral dari ajaran Islam itu sendiri. 

Hemat penulis, Islam menawarkan kerangka nilai yang berorientasi pada keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan, sehingga upaya mewujudkan keadilan gender bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan agama, melainkan manifestasi dari spirit Islam yang autentik.

Penulis: Syifaul Hasanah (Anggota PMII STAIDA 2025) 
Baca Juga
Postingan Terbaru
  • Keadilan Gender dalam Perspektif Islam Progresif
  • Keadilan Gender dalam Perspektif Islam Progresif
  • Keadilan Gender dalam Perspektif Islam Progresif
  • Keadilan Gender dalam Perspektif Islam Progresif
  • Keadilan Gender dalam Perspektif Islam Progresif
  • Keadilan Gender dalam Perspektif Islam Progresif
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad