Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Perjuangan keadilan Gender kerangka etis dengan Islam Progresif

sahabatliterasi-Persoalan keadilan gender hingga kini masih menjadi isu krusial dalam kehidupan masyarakat Muslim. Relasi yang timpang antara laki-laki dan perempuan sering kali dipertahankan melalui penafsiran keagamaan yang literal dan tidak mempertimbangkan konteks sejarah maupun sosial.

Akibatnya, ajaran Islam kerap dipersepsikan sebagai pembenar ketidakadilan, padahal pada hakikatnya Islam mengandung nilai-nilai universal yang menempatkan keadilan dan penghormatan terhadap martabat manusia sebagai prinsip utama. Dalam situasi inilah Islam progresif hadir sebagai pendekatan etis yang berupaya menghidupkan kembali semangat keadilan dalam ajaran Islam.

Islam progresif berpijak pada prinsip keadilan dan kemaslahatan sebagai fondasi dalam memahami teks-teks keagamaan. Pendekatan ini menolak pembacaan ajaran Islam yang kaku dan terlepas dari realitas sosial, serta mendorong penafsiran yang kontekstual dan berorientasi pada keadilan. 

Dalam pandangan Islam progresif, laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang setara sebagai subjek moral dan spiritual. Keduanya sama-sama dimuliakan sebagai manusia, sehingga perbedaan biologis tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan praktik diskriminatif dalam kehidupan sosial.

Sebagai kerangka etis, Islam progresif menegaskan bahwa interpretasi ajaran agama harus selaras dengan tujuan utama syariat, seperti perlindungan terhadap martabat manusia, keadilan sosial, dan kesejahteraan bersama. Dengan dasar tersebut, Islam progresif mendorong terciptanya hubungan yang setara antara laki-laki dan perempuan, baik di ranah keluarga maupun di ruang publik. Oleh karena itu, keadilan gender tidak dapat dipandang sebagai konsep yang bertentangan dengan Islam, melainkan sebagai bagian yang melekat dalam nilai-nilai fundamental ajaran Islam.

Selain itu, Islam progresif menekankan pentingnya kesadaran terhadap konteks historis dan sosial dalam memahami teks keagamaan. Pendekatan ini membuka ruang bagi penafsiran ulang terhadap ajaran-ajaran yang selama ini dipahami secara patriarkal. Dengan cara ini, teks keagamaan dapat ditafsirkan secara lebih dinamis dan relevan, sehingga mampu merespons perubahan zaman tanpa kehilangan pesan moral dasarnya. Islam pun dapat terus hadir sebagai ajaran yang membebaskan dan berpihak pada nilai-nilai keadilan.

Dalam praktik kehidupan sosial, Islam progresif juga mengafirmasi keterlibatan aktif perempuan dalam berbagai sektor, termasuk bidang politik, ekonomi, dan sosial. Partisipasi perempuan dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun tatanan masyarakat yang adil dan beradab. Pandangan ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya kontribusi setiap individu dalam menciptakan kebaikan kolektif, tanpa membedakan jenis kelamin.

Dengan demikian, Islam progresif membuka jalan bagi lahirnya pemahaman keagamaan yang lebih inklusif, humanis, dan berorientasi pada keadilan. Pendekatan ini menegaskan kembali peran Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Keadilan gender, dalam kerangka Islam progresif, bukanlah ancaman terhadap ajaran agama, melainkan wujud konkret dari nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan keadilan bagi seluruh umat manusia.

Penulis: Mutmainnah (Anggota PMII STAIDA 2025) 
Baca Juga
Postingan Terbaru
  • Perjuangan keadilan Gender kerangka etis dengan Islam Progresif
  • Perjuangan keadilan Gender kerangka etis dengan Islam Progresif
  • Perjuangan keadilan Gender kerangka etis dengan Islam Progresif
  • Perjuangan keadilan Gender kerangka etis dengan Islam Progresif
  • Perjuangan keadilan Gender kerangka etis dengan Islam Progresif
  • Perjuangan keadilan Gender kerangka etis dengan Islam Progresif
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad